Profil

Profil Ponpes Al-Hikamussalafiyyah

Sejarah Pondok Pesantren

Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah adalah sebuah lembaga pendidikan Islam Indonesia yang bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Islam Mohammad Aliyuddin. Pondok Pesantren yang berdiri tahun 1984 mempunyai tujuan mendidik generasi muslim agar memiliki ilmu pengetahuan dan berkarakter akhlak mulia. Pondok Pesantren yang didirikan dan dipimpin oleh Al-Mukarram K.H. Mohammad Aliyuddin ini terus berkembang dan senantiasa teguh dalam pelayanan pendidikan keagamaan serta terus menghasilkan santri-santri dan alumni yang berkhidmat di masyarakat. Secara geografis Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah (PPHS) terletak di sebelah barat Kabupaten Sumedang. Jaraknya kurang lebih 12 km dari pusat kota Sumedang dan lebih tepatnya berlokasi di Jalan Sukamantri No.85 RT.03 RW.04 Tanjungkerta Sumedang. Lingkungan masyarakat disekitar pondok pesantren terdiri dari kaum petani, wiraswasta, dan sebagian pegawai negeri. Keadaan ekonomi masyarakat sekitar adalah kelas menengah ke bawah. PPHS dikenal juga dengan sebutan pesantren sukamantri. Mungkin karena letaknya saja ada di Desa Sukamantri sehingga banyak orang menyebut PPHS dengan pesantren sukamantri. Secara umum penyelenggaraan pendidikan di PPHS mempunyai visi dan misi yang terstruktur. Visinya yaitu terbentuknya generasi yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlak karimah, berjiwa qur’ani, bertaqwa dan berwawasan global. Adapun misinya yaitu mendidik santri untuk memiliki kecakapan dalam ilmu sosial, ilmu pasti dan ilmu agama Islam. Menanamkan nilai-nilai agama Islam secara baik dan benar, sehingga tertanam secara mendalam dalam diri pribadi dan tercermin dalam sikap akhlaqul karimah. Dan menanamkan dan melesatarikan Al-Qur’an baik hafalan, pemahaman maupun pengamalan sehingga selalu dapat mengikuti dan menyikapi perkembangan zaman Pada awalnya di pesantren ini hanya memiliki program pengajian islam klasik (kitab kuning). Tempat mengajinya belum di lokal-lokal kelas. Tapi di mushola dan terkadang tidurnya juga di mushola itu karena belum ada kobong/asrama. Demikan pula dengan jumlah santrinya yang masih sedikit sekitar 25 orang. Dulu santrinya belum ada yang berasal dari daerah luar Sukamantri. Kebanyak anak-anak asli daerah, malahan disebutnya juga santri kalong. Santri kalong hanyalah sebuah analogi saja. Kalong (kelelawar) biasanya keluar menjelang magrib dan pulang ke tempat persembunyiannya menjelang subuh. Begitu juga dengan santri PPHS pada waktu itu, anak-anak santri berangkat ke pondok sebelum magrib dan pulang kerumahnya setelah subuh. Seiring berjalannya waktu keberadaan PPHS mulai dicium oleh warga-warga diluar daerah sukamantri. Banyak para orang tua yang berdatangan ke pesantren dengan niat untuk memesantrenkan anak-anaknya. Maka pada awal tahun 1990-an, pengasuh beserta putera-puterinya berusaha mengembangkan pondok pesantren ini dengan membuat sejumlah program pendidikan yaitu : Madrasah Diniyah (Awaliyah, Wustha dan Ulya), TKA dan TPA, Majelis Taklim, dan Madrasah Tahfidh. Sampai tahun 2002 model pesantren yang dikembangkan adalah pesantren salafiyyah tradisional. Pada pertengahan tahun 2002 salah satu putra pimpinan pesantren yaitu H. Sa’dulloh, SQ kembali ke kampung halamannya setelah melakukan pengembaraan ke berbagai tempat untuk mencari ilmu dan pengalaman. Sejak kedatangan beliau maka modernisasi pesantren mulai dilakukan. H. Sa’dulloh mulai melakukan pembenahan baik dari sisi manajemen pesantren maupun dari peningkatan kualitas dan kuantitas lembaga pendidikannya, dengan tidak meninggalkan kekhasan pesantren yaitu mencetak santri-santri yang hafal Al-Qur’an dan pandai membaca kitab kuning. Pada tahun 2002 dibuatlah sebuah yayasan yang bernama yayasan Pendidikan Islam Mohammad Aliyuddin. Di bawah naungan yayasan yang didirikannya pada tahun 2003 H. Sa’dulloh dibantu oleh saudara-saudaranya yang lain mendirikan MTs Plus Al-Hikam, MA Plus Al-Hikam tahun 2005 dan Raudlatul Atfal Al-Hikam tahun 2007. Seluruh lembaga pendidikan formal ini memadukan sistem pendidikan nasional dengan pesantren dengan kekhasan Tahfidz Al-Qur’an. Disamping itu kemudian didirikan pula lembaga-lembaga ekonomi seperti Koperasi Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Tempat Praktek Usaha Santri Al-Hikamussalafiyyah dan Usaha Ekonomi Produktif Pesantren. Berkat pengembangan program tersebut animo masyarakat untuk menitipkan putera-puterinya di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari semakin bertambahnya jumlah santri yang mencapai lebih dari 500 orang. Dengan jumlah santri yang masuk begitu pesat sementara sarana madrasah dan asrama tidak memadai, maka sejak tahun 2002 pengurus pesantren yang dipimpin oleh H. Sa’dulloh dan arahan/bimbingan KH. Mohammad Aliyuddin bersama-sama masyarakat sekitar membangun beberapa lokal madrasah dan beberapa lokal asrama/kobong untuk penginapan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektifitas belajar santri. Dengan semakin berkembangnya sarana dan prasarana pendidiikan di PPHS berdampak pada prestasi yang diraih para santri dan alumninya. Beberapa alumni telah mendirikan lembaga pendidikan Al-Qura’an baik formal maupun non formal di beberapa daerah. Disamping itu prestasi santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah dapat dilihat dari keikutsertaan para santri dalam even MTQ mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, nasional dan internasional. Bahkan H. Sa’dulloh dan Hj. Mutmainnah adalah juara-juara MHQ 30 Juz tingkat Internasional di Saudi Arabia dan Libia. Selain mencetak prestasi di bidang Al-Qur’an, santri pesantren ini juga berhasil mencetak prestasi dibidang lomba pidato berbagai bahasa, lomba kaligrafi, marawis, lomba solawat dan barjanji dalam perlombaan tingkat kabupaten Sumedang. Saat ini Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah mengelola lembaga-lembaga pendidikan : Raudlatul Athfal Al-Hikam, MTs Plus Al-Hikam, MA Plus Al-Hikam, SMK Al-Hikam, Madrasah Diniyah Ula, Wustha dan Ulya, Madrasah Tahfidz Al-Qur’an, serta TKA/TPA Al-Hikam. Sedangkan kegiatan-kegiatan pesantren bersama masyarakat adalah Majelis Taklim, majelis Dzikir dan Manaqib, dan Majelis bahsul Masail.

VISI

“Terbentuknya generasi yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlak karimah, berjiwa qur’ani, bertaqwa dan berwawasan global”.

MISI

1. Mendidik santri untuk memiliki kecakapan dalam ilmu sosial, ilmu pasti dan ilmu agama Islam. 2. Menanamkan nilai-nilai agama Islam secara baik dan benar. Sehingga, tertanam secara mendalam dalam pribadi dan tercermin dalam sikap akhlaqul karimah. 3. Menanamkan dan melestarikan Al-Qur’an. Baik hafalan, pemahaman maupun pengamalan sehingga selalu dapat mengikuti dan menyikapi perkembangan zaman